Tampilan Automan untuk konteks artikel ini.
Masalahnya
Tanpa pembatas, satu teknisi bisa “mengambil” banyak servisan sekaligus lalu semuanya jalan setengah-setengah. Unit menumpuk di status Dikerjakan, pelanggan menunggu tanpa kepastian, dan servisan yang tertimbun di bawah tumpukan jadi terbengkalai.
Tipsnya
Automan membekali tiap status servis dengan batas maksimal jumlah servisan. Ketika batasnya tercapai, servisan baru tidak bisa masuk ke status itu sebelum yang lama diselesaikan — pekerjaan dipaksa mengalir, bukan menumpuk.
Bawaan sistem sudah memasang batas yang masuk akal (misalnya Lempar Kerjaan maksimal 1, Tunggu Sparepart dan Selesai Belum Tes masing-masing 3), tetapi angka ini bisa disesuaikan dengan kebijakan toko Anda.
Langkah praktis
- Buka Pengaturan > Perbaikan > Status — di sini terlihat daftar status beserta batas maksimalnya.
- Tentukan kebijakan toko. Contoh: teknisi hanya boleh memegang 5 servisan aktif → batas status Dikerjakan = 5.
- Klik Ubah pada status yang ingin diatur, isi nilai Batas Maksimal baru, lalu Simpan.
- Sosialisasikan ke tim: batas bukan hukuman, tapi cara memastikan setiap unit selesai sebelum mengambil yang baru.
Kapan dipakai
Toko dengan lebih dari satu teknisi, atau toko satu teknisi yang servisannya mulai antre panjang. Semakin ramai tokonya, semakin terasa manfaat batas per status — antrian jadi jujur, dan tidak ada lagi unit yang “hilang” di tumpukan status Dikerjakan.