Aplikasi Android

Sinyal hilang, kerja tetap tercatat — langsung dari HP teknisi.

Ada dua tempat di mana pencatatan toko servis paling sering putus: lantai bengkel yang jauh dari komputer, dan jalan raya tempat sales keliling bekerja. Di dua tempat itu kejadian bergerak cepat — kerjaan berpindah tangan, sparepart terpasang, uang diterima — sementara komputernya ada di tempat lain dan sinyal tidak selalu berpihak. Akhirnya semua dicatat “nanti saja”. Dan “nanti” itulah yang paling sering hilang: bukan karena ada yang curang, tapi karena tidak ada yang ingat.

Automan versi web memang butuh internet — ia pusat kendali toko, dan tidak berubah. Yang baru adalah Automan Mobile: aplikasi Android untuk kerja lapangan. Transaksi tersimpan di HP saat sinyal hilang dan terkirim sendiri begitu sinyal kembali, dengan jatah nomor nota sendiri supaya tidak bentrok. Teknisi dan CS memegang kerjaannya dari HP; sales keliling menjual, menagih, dan menyetor dari lapangan. Semuanya bermuara ke data toko yang sama.

Sinyal hilang bukan alasan berhenti mencatat

“Bisa offline” sudah jadi klaim yang murah, jadi mari sebut mekanismenya. Saat sinyal hilang, transaksi yang dibuat di aplikasi tidak gagal dan tidak menunggu — ia tersimpan di HP, mengantre, lalu terkirim sendiri ke server toko begitu sinyal kembali. Tidak ada tombol “sinkronkan” yang harus diingat, tidak ada catatan sementara di kertas yang harus disalin ulang malamnya.

Bagian yang paling sering luput dari aplikasi lapangan justru soal kecil yang akibatnya besar: nomor nota. Dua orang membuat transaksi di saat yang sama tanpa sinyal — nomornya tabrakan, dan pembukuan yang rapi berubah jadi pekerjaan detektif. Automan menutupnya dari desain: tiap perangkat memegang jatah nomor notanya sendiri, jadi nota yang lahir tanpa sinyal tetap punya nomor yang sah dan tidak pernah bentrok dengan nota siapa pun.

Hitung sendiri harganya kalau ini tidak ada: satu transaksi yang tak tercatat berarti barang keluar tanpa jejak, tagihan yang tak pernah ditagih, dan setoran yang tak bisa dicocokkan. Yang mahal bukan fiturnya — yang mahal adalah transaksi yang hilang diam-diam.

Teknisi & CS: kerjaan dipegang dari HP, bukan dari kerumunan di depan komputer

Di banyak toko, satu komputer kasir jadi tempat antre semua orang: teknisi mau ambil kerjaan, CS mau mengubah status, semua menunggu giliran memegang mouse yang sama. Automan Mobile memindahkan pekerjaan harian itu ke HP masing-masing:

  • Ambil kerjaan — teknisi melihat daftar servisan yang masuk dan mengambil kerjaannya sendiri, tanpa berjalan ke kasir.
  • Ubah status kerjaan — “Dikerjakan”, “Selesai”, dan status lainnya diperbarui di tempat, saat kejadiannya terjadi, bukan direkap sore hari.
  • Tambah sparepart dan layanan — part yang terpasang dicatat ke kerjaan itu saat itu juga, jadi nota akhirnya tidak kekurangan satu baris pun.
  • List servisan — daftar pekerjaan yang sedang berjalan terbaca dari HP, siapa memegang apa, sudah sampai mana.
  • Konfirmasi pelanggan — begitu pelanggan menyetujui, konfirmasinya dicatat langsung dari HP dan pekerjaan bisa jalan tanpa menunggu seseorang kembali ke meja.

Alur kerjanya tetap alur manajemen servis yang sama — setiap perubahan tercatat atas nama akun penggunanya sendiri, jadi jejaknya tidak kabur hanya karena pekerjaannya pindah ke HP.

WhatsApp ke pelanggan tetap otomatis, dari mana pun transaksinya dibuat

Ini pertanyaan yang wajar: kalau teknisi mengubah status dari HP, apakah WhatsApp ke pelanggan tetap jalan? Tetap. Transaksi penjualan dan perubahan status servis yang dibuat dari aplikasi Android berjalan lewat mesin yang sama dengan versi web — WhatsApp gateway toko — jadi pelanggan tetap menerima nota dan kabar statusnya tanpa ada yang menyentuh WhatsApp sama sekali.

Untuk pertanyaan yang masuk, tersedia balas cepat dengan masking kata: jawaban siap pakai yang bagian-bagiannya terisi sendiri dari data transaksinya — CS tidak mengetik ulang nomor nota atau status dari ingatan, cukup memilih balasannya.

Kabar penting menyusul sendiri lewat push notifikasi

Aplikasi lapangan hanya berguna kalau orangnya tahu ada hal baru tanpa harus terus-menerus membukanya. Automan Mobile mengirim push notifikasi ke HP, jadi kabar dari toko menyusul ke saku — bukan menunggu ditemukan.

Untuk sales keliling: satu perjalanan penuh dari HP

Automan Mobile juga menjadi senjata kerja modul Canvassing: sales menerima muatan barang cukup dengan satu ketukan, lalu menjual, menagih piutang, menerima retur, dan mencatat pesanan langsung di tempat pelanggan — termasuk mencetak struk ke printer Bluetooth dan serah terima barang antar sales lewat pindai QR. Perjalanan ditutup dengan setoran yang mencocokkan uang dan sisa barang sekaligus.

Mekanisme lengkapnya — barang titipan, batas piutang, tiga nasib selisih setoran — kami tulis di halaman Canvassing.

Rekam lokasi: opsional, dan jujur soal batasnya

Banyak aplikasi lapangan menjadikan pelacakan karyawan sebagai jualan utama. Kami memilih arah yang berbeda: perekaman lokasi bawaannya mati. Ia baru berjalan setelah owner menyalakannya di Pengaturan → Transaksi → Canvas — dan itu pun hanya untuk perjalanan sales, hanya selama aplikasi terbuka di layar. Aplikasi tidak meminta izin lokasi latar belakang: layar mati berarti tidak ada titik yang direkam, dan pengguna diberi keterangan serta dimintai izin sistem sebelum perekaman dimulai.

Kami menuliskan semua itu hitam di atas putih dalam kebijakan privasi — karena tim lapangan yang merasa diawasi diam-diam bukan tim yang bertahan lama.

HP ditautkan ke toko, dan owner yang memegang pintunya

Sebelum bisa dipakai, tiap HP ditautkan ke toko dan menunggu persetujuan owner. Tiap karyawan masuk dengan akun penggunanya sendiri, jadi setiap transaksi dari lapangan punya nama. Data kerja yang tersimpan di HP — katalog barang, pelanggan, transaksi yang belum terkirim — terenkripsi, dengan kunci di penyimpanan aman sistem operasi. Dan bila sebuah HP hilang atau karyawan berhenti, owner menonaktifkan akunnya dari aplikasi web; perangkat itu selesai sampai di situ.

Ini bukan formalitas. HP lapangan adalah perpanjangan tangan toko — dan tangan itu harus jelas milik siapa.

Yang tetap di web, dan sebaiknya Anda tahu sekarang

Automan Mobile sengaja tidak mencoba menjadi segalanya. Laporan, pengaturan, dan akuntansi tetap dikerjakan di aplikasi web — layar HP bukan tempat yang tepat untuk membaca neraca. Kemampuan offline pun hanya berlaku untuk operasional lapangan di aplikasi Android; kasir web tetap butuh internet. Kami lebih memilih satu aplikasi lapangan yang benar-benar tahan sinyal buruk daripada aplikasi serba bisa yang setengah-setengah di semuanya.

Toko yang rapi tidak berhenti di pintu toko

Selama ini kerapian pencatatan berakhir di tempat kabel LAN berakhir. Dengan Automan Mobile, nota lahir di lantai bengkel dan di teras rumah pelanggan — bernomor sah, atas nama jelas, dan sampai ke pembukuan tanpa disalin ulang. Paket Lite gratis selamanya, tanpa kartu kredit — mulai dari tombol di atas, ikuti cara memasang Automan Mobile, atau lihat demo Automan untuk merasakan alurnya lebih dulu.

Batasan, ditulis di depan

Automan Mobile melengkapi versi web, bukan menggantikannya — laporan, pengaturan, dan akuntansi tetap dikerjakan di aplikasi web. Tiap HP ditautkan ke toko dan baru bisa dipakai setelah disetujui owner. Tersedia untuk Android.

FAQ

Apakah Automan Mobile menggantikan versi web?
Tidak, dan memang tidak dirancang begitu. Versi web tetap pusat kendali toko: laporan, pengaturan, akuntansi, dan semua pekerjaan meja lainnya. Automan Mobile mengambil satu pekerjaan yang selama ini paling sering putus — operasional lapangan: teknisi dan CS memegang kerjaan dari HP, sales keliling menjual dan menagih di tempat pelanggan. Keduanya membaca data toko yang sama.
Apakah pelanggan saya perlu meng-install aplikasi ini?
Tidak. Automan Mobile hanya untuk tim toko Anda — teknisi, CS, dan sales. Pelanggan tetap menerima kabar lewat WhatsApp dan membuka link lacak servis di browser, tanpa memasang apa pun di HP-nya.
Bagaimana kalau HP karyawan hilang?
Ada tiga lapis yang menahan kerugiannya. Data kerja yang tersimpan di HP terenkripsi, dengan kunci di penyimpanan aman sistem operasi. Owner bisa menonaktifkan atau menghapus akun pengguna itu kapan saja dari aplikasi web, sehingga HP tersebut tidak bisa lagi masuk. Dan karena tiap perangkat ditautkan ke toko lebih dulu, HP pengganti tidak bisa dipakai diam-diam — ia harus melewati persetujuan owner lagi.
Kenapa HP harus disetujui owner dulu sebelum bisa dipakai?
Karena HP itu membawa data toko dan bisa membuat transaksi atas nama toko. Penautan perangkat memastikan hanya HP yang owner kenal yang bisa masuk: karyawan memindai QR untuk menautkan HP-nya, lalu perangkat itu menunggu persetujuan owner sebelum bisa dipakai. Satu langkah kecil di awal, sebagai ganti pintu yang terbuka untuk perangkat siapa saja.
Apakah kasir di toko juga bisa offline?
Tidak, dan kami menyebutnya di depan. Automan versi web — kasir, laporan, pengaturan — tetap butuh internet. Kemampuan offline hanya berlaku untuk operasional lapangan di aplikasi Android: transaksi sales keliling serta pekerjaan teknisi dan CS dari HP. Untuk toko yang internetnya mati total berjam-jam, aplikasi ini membantu di sisi lapangan, bukan di meja kasir.
Apakah aplikasi ini melacak lokasi karyawan?
Bawaannya tidak. Perekaman lokasi mati sampai owner menyalakannya di Pengaturan → Transaksi → Canvas, dan itu pun hanya untuk perjalanan sales keliling, hanya selama aplikasi terbuka di layar. Aplikasi tidak meminta izin lokasi latar belakang — layar mati atau aplikasi ditutup berarti tidak ada titik yang direkam. Pengguna aplikasi diberi keterangan dan dimintai izin sistem sebelum perekaman dimulai.

Sudah punya masalah yang jelas?

Lihat demo alur yang paling relevan: servis, retur, stok, WhatsApp, atau laporan.