Canvassing

Turunkan Barang ke Sales Keliling, Pulang dengan Setoran yang Klop

Sales berangkat pagi membawa barang toko, dan sejak gerbang ditutup, semua yang Anda tahu tentang barang itu bersumber dari ingatan orang. Canvassing mengubahnya: barang turun sebagai titipan yang tercatat, sales menjual dan menagih lewat aplikasi Android di HP-nya — tetap jalan saat sinyal hilang — dan hari ditutup dengan setoran yang mencocokkan uang dan sisa barang sekaligus.

Pagi barang ikut sales, malam tinggal “katanya”

Polanya sama di mana-mana. Kardus sparepart dinaikkan ke motor, dicatat di sobekan kertas — atau tidak dicatat sama sekali. Seharian sales menjual entah berapa, menagih entah siapa, menerima retur entah berapa banyak.

Malamnya laporan datang dalam satu kalimat: “Laku sekian, sisanya segini, uangnya segini.” Angkanya jarang klop. Selisih sepuluh-dua puluh ribu dianggap wajar, sisa barang dihitung besok saja, nota tulis tangan ada yang terbawa angin.

Barang titipan di tangan sales adalah stok paling gelap yang dimiliki toko: uangnya sudah keluar sejak kulakan, tapi keberadaannya hanya bisa ditanyakan, tidak bisa dibuka datanya. Dan selisih kecil yang “wajar” itu berulang setiap hari, di setiap sales.

Barang turun sebagai titipan — stoknya tetap milik toko

Di Automan, muatan sales dibuat dari menu Transaksi → Canvas: Anda memilih barang dan jumlah yang diturunkan ke tiap sales sebagai titipan. Barangnya tetap milik toko — yang berkurang hanya jumlah tersedianya, bukan kepemilikannya.

Di HP sales, muatan itu muncul dan diterima cukup dengan satu ketukan. Tidak ada tanda tangan di kertas, tidak ada “nanti saya cek dulu”. Sejak ketukan itu, tercatat jelas siapa memegang barang apa, berapa banyak, sejak kapan. Langkah demi langkahnya dari sisi web bisa Anda ikuti di tutorial perjalanan canvas dari muat sampai setoran.

Jual, tagih, retur, dan pesanan — semuanya di depan pelanggan

Di tempat pelanggan, sales tidak sekadar menjual. Dari HP yang sama ia bisa:

  • Menjual langsung dari barang muatannya, dan mencetak struk ke printer Bluetooth — pelanggan pegang bukti sebelum sales naik motor.
  • Menagih piutang yang sudah tercatat, bukan menagih dari ingatan.
  • Menerima retur di tempat, jadi barang kembali masuk hitungan detik itu juga.
  • Mencatat pesanan untuk barang yang tidak sedang dibawa.

Empat pekerjaan lapangan yang biasanya berserakan di nota karbon dan chat, semuanya mendarat di satu catatan yang sama dengan toko. Cara pakainya dari sisi sales ada di tutorial sales jualan dari HP.

Sinyal hilang? Transaksi antre di HP, nomor nota tidak bentrok

Automan versi web memang butuh internet — itu tidak berubah. Tapi sales keliling bekerja lewat aplikasi Android Automan Mobile, dan aplikasi itu dirancang untuk rute yang sinyalnya putus-nyambung: saat sinyal hilang, transaksi tersimpan di HP dan terkirim sendiri begitu sinyal kembali.

Bagian yang jarang dipikirkan orang sampai kejadian: kalau tiga sales sama-sama offline lalu sama-sama membuat nota, nomor notanya tabrakan? Tidak — tiap sales membawa jatah nomor sendiri, sehingga nomor nota tidak pernah bentrok berapa pun banyak sales yang sedang di luar jangkauan sinyal. Pelanggan tetap menerima struk bernomor sah, saat itu juga.

Serah terima antar sales lewat QR, bukan lewat saling percaya

Kadang barang harus pindah tangan di tengah jalan — sales A pulang duluan, sisanya dilanjutkan sales B. Ini titik di mana “katanya sudah saya kasih semua” biasanya lahir.

Di Automan, serah terima antar sales dilakukan lewat pindai QR: barang berpindah penanggung jawab secara tercatat, bukan secara lisan. Dan bila Anda menghendakinya, serah terima itu bisa diwajibkan menyertakan foto bukti. Perpindahan barang di lapangan berhenti jadi perkara ingatan dua orang.

Setoran penutup: uang dan sisa barang dicocokkan sekaligus

Ini mekanisme yang membedakan canvassing tercatat dari jual keliling biasa. Perjalanan tidak selesai saat sales pulang — perjalanan selesai saat setoran: uang tunai dan sisa barang dicocokkan sekaligus terhadap apa yang tadi pagi diturunkan.

Kalau ada selisih, ia tidak dibiarkan menggantung dan tidak dihapus diam-diam. Anda yang memilih nasibnya, dari tiga pilihan:

  1. Sekadar dicatat — selisihnya diakui, jejaknya tersimpan.
  2. Dibebankan ke sales — barang atau uang yang kurang menjadi tanggungan yang bersangkutan.
  3. Masuk barang rusak — untuk barang yang memang kembali dalam keadaan tidak layak jual.

Apa pun pilihannya, angka toko tetap jujur. Selisih ketahuan malam itu juga — bukan tiga bulan kemudian di stok opname, saat sudah tidak ada yang ingat perjalanan yang mana.

Aturan mainnya Anda yang pegang, bukan sales

Tiap sales bisa diberi wewenang yang berbeda: boleh menambah pelanggan atau tidak, boleh mengubah harga atau tidak, boleh menagih, boleh menerima retur di tempat, boleh muat ulang di tengah jalan. Di atas itu ada batas hari perjalanan dan batas piutang, supaya perjalanan tidak molor tanpa setoran dan piutang lapangan tidak membengkak diam-diam.

Perekaman lokasi juga tersedia — dan bawaannya mati. Ia baru berjalan setelah Anda menyalakannya di Pengaturan → Transaksi → Canvas, dan itu pun hanya selama aplikasi terbuka di layar. Bukan penyadap; alat pantau perjalanan kerja yang Anda nyalakan secara sadar.

Satu hal lagi yang enak: ubahan aturan ini berlaku seketika tanpa sales perlu memperbarui aplikasi. Cara mengaturnya ada di tutorial mengaktifkan Canvassing di pengaturan.

Yang berubah buat pemilik

Titipan berhenti jadi stok gelap. Barang di tangan sales sama terangnya dengan barang di rak: siapa pegang apa, sejak kapan, tinggal dibuka — bukan ditanyakan.

Selisih ketahuan hari itu juga. Setoran yang mencocokkan uang dan sisa barang sekaligus tidak menyisakan ruang untuk “dihitung besok”. Selisih kecil yang dulu menguap setiap hari sekarang punya nama, tanggal, dan nasib yang Anda pilih.

Piutang lapangan berhenti mengandalkan ingatan. Yang ditagih adalah piutang yang tercatat, dengan batas yang Anda tetapkan — bukan daftar di kepala sales yang ikut pergi kalau orangnya berhenti.

Toko yang rapi bukan toko yang salesnya kebetulan jujur semua. Toko yang rapi adalah toko yang sistemnya membuat jujur jadi satu-satunya jalan yang praktis.

Mulai dari satu sales dulu

Tidak perlu langsung satu armada. Aktifkan modulnya, turunkan muatan kecil ke satu sales, dan lihat sendiri setoran pertama yang klop sampai barang terakhir. Belum siap mencoba di data sendiri? Lihat dulu demo Automan untuk merasakan alurnya, dan cek cakupan tiap paket di halaman harga.

Yang perlu ada dulu — dan yang terjadi bila modul dimatikan

Canvassing butuh dua hal sebelum jalan: data produk dan stok yang sudah terisi, dan aplikasi Android Automan Mobile terpasang di HP tiap sales. Tiap HP ditautkan ke toko lebih dulu dan baru bisa dipakai setelah Anda setujui; tiap sales masuk dengan akun penggunanya sendiri. Perekaman lokasi bawaannya mati — baru berjalan setelah Anda menyalakannya, itu pun hanya selama aplikasi terbuka di layar. Dan bila modul dimatikan: menu Canvas hilang, sales tidak bisa lagi menerima muatan, menjual, menagih, atau menyetor dari lapangan, dan perjalanan yang terlanjur berjalan harus dicocokkan di luar aplikasi. Data perjalanan, muatan, dan setoran yang sudah tersimpan tidak terhapus — terbaca lagi begitu modul dinyalakan.

FAQ

Barang di tangan sales itu milik siapa?
Tetap milik toko. Barang diturunkan sebagai titipan — yang berkurang di aplikasi hanya jumlah tersedianya, bukan kepemilikannya. Sales menerima muatan itu dengan satu ketukan di HP-nya, dan sejak detik itu tercatat jelas siapa memegang barang apa dan berapa banyak. Barang baru benar-benar keluar dari toko ketika terjual, dan sisanya dicocokkan kembali saat setoran penutup.
Bagaimana kalau sales-nya nakal?
Sistemnya dibangun supaya kejujuran tidak bergantung pada ingatan atau rasa percaya. Anda menentukan sendiri apa yang boleh dilakukan tiap sales — menambah pelanggan, mengubah harga, menagih, retur di tempat, muat ulang di tengah jalan — berikut batas hari perjalanan dan batas piutang. Serah terima barang antar sales lewat pindai QR dan bisa Anda wajibkan berfoto bukti. Dan di ujung hari, uang tunai dan sisa barang dicocokkan sekaligus: selisihnya tidak bisa disembunyikan, dan Anda yang memilih nasibnya — sekadar dicatat, dibebankan ke sales, atau masuk barang rusak.
Kalau di jalan sinyalnya hilang, transaksinya hilang juga?
Tidak. Sales berjualan lewat aplikasi Android Automan Mobile, dan aplikasi itu tetap jalan tanpa sinyal: transaksi tersimpan di HP dan terkirim sendiri begitu sinyal kembali. Tiap sales membawa jatah nomor sendiri, jadi nomor nota tidak pernah bentrok walau beberapa sales sama-sama offline. Yang tetap butuh internet adalah Automan versi web di toko — kerja lapangan lewat aplikasi Android inilah yang dirancang untuk daerah bersinyal putus-nyambung.
Apakah Canvassing harus dibeli terpisah?
Tidak. Canvassing termasuk modul yang tidak berbayar — cukup diaktifkan, lalu pengaturannya ada di Pengaturan → Transaksi → Canvas. Yang perlu Anda siapkan adalah aplikasi Android Automan Mobile di HP tiap sales; HP-nya ditautkan ke toko dan baru bisa dipakai setelah Anda setujui, dan tiap sales masuk dengan akun penggunanya sendiri.
Apakah HP sales dilacak terus-menerus?
Tidak, dan ini kami sebut terang-terangan: perekaman lokasi bawaannya mati. Ia baru berjalan setelah Anda menyalakannya di Pengaturan → Transaksi → Canvas, dan itu pun hanya selama aplikasi terbuka di layar — bukan pelacakan latar belakang. Sales juga diberi keterangan dan dimintai izin sistem sebelum perekaman dimulai. Jadi ini alat memantau perjalanan kerja yang Anda nyalakan secara sadar, bukan penyadap yang menyala diam-diam.

Sudah punya masalah yang jelas?

Lihat demo alur yang paling relevan: servis, retur, stok, WhatsApp, atau laporan.