Gaji & Bagi Hasil

Gaji dan Bagi Hasil Teknisi Servis Tanpa Drama Rekap Manual

Teknisi yang tangannya bagus adalah aset paling mahal di toko servis, dan yang paling sering membuat mereka pergi bukan besarnya gaji — melainkan perasaan dihitung tidak adil. Perasaan itu hampir selalu lahir di tempat yang sama: rekap komisi bulanan yang dikerjakan manual di buku atau spreadsheet.

Satu pekerjaan yang terlewat, satu nota yang terselip, satu angka yang salah ketik. Buat Anda itu kekeliruan kecil yang bisa diperbaiki bulan depan. Buat teknisi yang sudah menghitung sendiri di buku sakunya, itu bukti bahwa hitungan Anda tidak bisa dipercaya.

Automan menghitung bagi hasil teknisi servis dari transaksi yang sudah tercatat, memakai aturan yang Anda tetapkan sendiri di depan. Jadi saat gajian, yang Anda lakukan bukan berdebat, melainkan membuka rinciannya.

Rekap manual selalu kalah di minggu terakhir

Minggu sebelum gajian punya bentuk yang sama di mana-mana: tumpukan nota servis di meja, dipilah satu per satu untuk mencari siapa yang mengerjakan apa, sparepart apa yang dipasang, dan berapa haknya.

Yang membuatnya melelahkan bukan jumlah notanya, tapi hal-hal kecil yang tidak bisa direkap: nota terselip, tulisan tangan yang tidak terbaca, diskon yang diberikan di depan pelanggan lalu lupa dicatat. Ujungnya angka Anda dan angka teknisi berbeda, dan Anda menghabiskan malam menelusuri dokumen lama hanya untuk membuktikan selisih Rp 30.000.

Aturannya menempel per teknisi, bukan satu angka untuk semua toko

Di banyak aplikasi, “bagi hasil” berarti satu kolom persen yang berlaku rata untuk semua orang dan semua pekerjaan. Di Automan aturannya punya empat dimensi, dan keempatnya bisa Anda pakai bersamaan:

Per teknisi. Aturan bagi hasil menempel pada orangnya. Teknisi senior yang mengerjakan kasus berat boleh berbeda dari teknisi baru yang masih dibimbing, tanpa Anda perlu membuat toko kedua atau daftar jasa kedua.

Jasa dan sparepart dipisah. Keduanya punya aturannya sendiri. Anda bisa memberi komisi besar untuk jasa — itu keahliannya — sambil memberi komisi kecil untuk sparepart yang cuma dipasang. Untuk sparepart, dasar hitungnya boleh dari harga jual, boleh dari selisih harga jual dikurangi harga modal.

Persen atau nominal tetap. Untuk pekerjaan yang nilainya bervariasi, persen lebih adil. Untuk pekerjaan yang waktunya seragam berapa pun nilai notanya — ganti oli, spooring & balancing, ganti konektor charger — nominal tetap lebih masuk akal. Anda tidak dipaksa memilih satu bentuk untuk semuanya.

Pengecualian per jenis jasa, tanpa membongkar aturan umum. Aturan umum tetap berjalan untuk sebagian besar pekerjaan; jasa tertentu yang memang beda kelas diberi aturannya sendiri. Keduanya aktif bersamaan, jadi Anda tidak perlu mengubah kebijakan seluruh toko hanya karena satu jenis pekerjaan.

Automan menampilkan aturan bagi hasil per karyawan dan layanan serta slip komisi teknisi berstatus lunas Atur komisi persen atau nominal per layanan, lalu telusuri rincian hasil, potongan, pembayaran, jurnal, dan status pelunasannya.

Satu jenis pekerjaan boleh punya aturan sendiri

Ada pekerjaan yang tidak adil kalau dibayar dengan persen yang sama seperti pekerjaan biasa: servis IC di mesin ponsel, penanganan unit kena air, atau pekerjaan yang cuma satu-dua orang di toko Anda yang sanggup.

Untuk kasus seperti itu, Anda membuat pengecualian pada jenis jasanya saja. Misalnya komisi jasa umum di toko Anda 20%, tapi jasa reball CPU diberi nominal tetap Rp 100.000. Aturan 20% tadi tetap berlaku untuk semua jasa lain — Anda tidak sedang mengganti kebijakan toko, cuma menambahkan satu pengecualian yang jelas alasannya.

Contoh hitungan di konter

Ambil satu perbaikan layar laptop. Pelanggan membayar Rp 800.000: sparepart LCD Rp 500.000 dan jasa pasang Rp 300.000. Harga modal LCD itu Rp 400.000.

Aturan bagi hasil di toko Anda: komisi jasa 30% dari nilai jasa, komisi sparepart 10% dari selisih harga jual dikurangi harga modal.

  1. Komisi jasa: 30% dari Rp 300.000 = Rp 90.000.
  2. Selisih sparepart: Rp 500.000 − Rp 400.000 = Rp 100.000.
  3. Komisi sparepart: 10% dari Rp 100.000 = Rp 10.000.

Hak teknisi untuk unit itu Rp 100.000, terhitung sendiri begitu status servisnya diubah menjadi selesai. Tidak ada yang perlu direkap ulang di akhir bulan.

Di Bengkel, yang Dibagi Hasilnya Bernama Mekanik

Label perannya benar-benar berganti, bukan sekadar cara kami menyebutnya di halaman ini. Begitu Jenis Usaha yang Anda pilih adalah kendaraan, Teknisi tampil sebagai Mekanik di seluruh aplikasi — di layar pengaturan komisi, di daftar pekerjaan, sampai di slip yang Anda serahkan saat gajian. Bengkel tidak perlu berpura-pura memakai kosakata konter HP supaya aplikasinya mau jalan.

Yang lebih menentukan justru bentuk komisinya. Di konter, satu unit umumnya satu pekerjaan. Di bengkel, satu kendaraan bisa membawa tiga jasa sekaligus dalam satu kunjungan — servis berkala, penggantian oli dan filter, lalu servis rem — dan tiap jasa boleh punya aturan komisinya sendiri.

Contoh skema yang lazim dipasang bengkel mobil:

Jasa bengkelSkema komisi mekanik
Servis berkalapersen dari nilai jasa
Penggantian oli & filternominal tetap per kendaraan
Servis rempersen dari nilai jasa, ditambah komisi sparepart dari profit kampas rem
Spooring & balancingnominal tetap, karena waktu pengerjaannya relatif seragam

Mari hitung satu kunjungan servis rem. Pelanggan membayar Rp600.000 — jasa Rp250.000 dan kampas rem Rp350.000 — sementara harga modal kampas rem itu Rp260.000. Dengan komisi jasa 30% dan komisi sparepart 10% dari profit:

  1. Komisi jasa: 30% dari Rp250.000 = Rp75.000.
  2. Profit sparepart: Rp350.000 − Rp260.000 = Rp90.000.
  3. Komisi sparepart: 10% dari Rp90.000 = Rp9.000.

Total hak mekanik untuk kunjungan itu Rp84.000, terhitung sendiri begitu status servis diubah menjadi selesai. Yang perlu diperhatikan bukan besar angkanya, melainkan bahwa dasar hitungnya sama persis dengan contoh konter di atas. Mesinnya satu; yang mengikuti jenis usaha Anda adalah istilah dan katalog jasanya.

Untuk bengkel motor pola yang sama berlaku dengan katalog jasa yang berbeda: servis berkala, penggantian oli, servis CVT, servis rem, dan perbaikan kelistrikan. Konteks lengkapnya ada di halaman aplikasi bengkel, sedangkan sisi konter dan elektronik dibahas di aplikasi servis elektronik.

Angkanya berasal dari pekerjaan yang tercatat

Dasar hitungnya adalah catatan pekerjaan di manajemen servis: siapa mengerjakan apa, jasa apa yang dikerjakan, sparepart apa yang dipakai. Setelah unit diserahkan ke pelanggan, riwayat pekerjaannya dikunci supaya catatan akhirnya tetap bisa dipercaya.

Saat gajian, teknisi bisa memeriksa sendiri rinciannya. Tiap angka komisi bisa dilacak balik ke nomor nota servisnya, tanggal pengerjaannya, dan pekerjaan apa yang dilakukan. Pertanyaan “kok segini?” berhenti jadi perdebatan, karena jawabannya berupa daftar, bukan pendapat.

Gaji yang dibayar langsung tercatat sebagai biaya

Kalau gaji dicatat di aplikasi terpisah, angkanya harus diketik ulang ke buku kas toko. Di situlah biaya gaji sering terlewat atau salah ketik, dan laba rugi bulanan jadi terlihat lebih bagus dari kenyataan.

Di Automan, gaji dan bagi hasil tersambung ke akuntansi toko. Begitu dibayarkan, nilainya masuk sebagai biaya di pembukuan, jadi laba rugi sudah memperhitungkan upah tenaga kerja tanpa Anda mencatat transaksi yang sama dua kali.

Orang bertahan di tempat yang hitungannya jelas

Usaha servis — bengkel maupun konter — berdiri di atas kualitas orang yang bekerja di sana. Kehilangan mekanik atau teknisi berpengalaman bukan cuma mengganggu pekerjaan hari itu; pelanggan yang percaya pada satu orang sering ikut pindah bersama orangnya. Di bengkel, ini kejadian yang paling mahal.

Hitungan komisi yang bisa dibuka dan ditelusuri menutup satu alasan orang pergi. Teknisi melihat sendiri hasil kerjanya, tanpa potongan yang tidak jelas asalnya. Anda tidak sedang membeli loyalitas; Anda cuma berhenti membuat orang curiga.

Coba dengan data toko Anda sendiri

Cara paling cepat menilai sistem bagi hasil adalah memasukkan aturan komisi toko Anda apa adanya, lalu menjalankan satu pekerjaan sampai selesai dan melihat angkanya keluar.

Paket Lite gratis selamanya tanpa kartu kredit, dan aktif kurang dari 1 menit. Ada juga demo interaktif kalau Anda ingin melihat cara kerjanya lebih dulu sebelum memakainya di toko.

FAQ

Bagi hasilnya bisa diatur sedetail apa?
Aturannya menempel per teknisi, jadi teknisi senior dan teknisi baru boleh berbeda. Di dalam aturan tiap orang, jasa dan sparepart dihitung terpisah; angkanya boleh persen atau nominal rupiah tetap; dan Anda boleh menambahkan pengecualian untuk jasa tertentu tanpa mengubah aturan umumnya. Untuk sparepart, dasar hitungnya boleh dari harga jual atau dari selisih harga jual dikurangi harga modal.
Dari mana angka komisinya dihitung?
Dari pekerjaan yang benar-benar tercatat: siapa yang mengerjakan, jasa apa saja yang dikerjakan, dan sparepart apa yang dipakai. Karena dasarnya catatan servis, bukan ingatan, hitungannya bisa ditunjukkan baris demi baris dan berhenti jadi bahan perdebatan tiap gajian.
Apakah gaji otomatis masuk pembukuan?
Ya. Gaji dan bagi hasil yang dihitung langsung tercatat sebagai biaya di pembukuan, sehingga laba rugi toko sudah memperhitungkannya tanpa Anda input dua kali.
Saya punya bengkel. Apakah aplikasinya tetap menyebut "teknisi"?
Tidak. Istilah mengikuti Jenis Usaha yang Anda pilih. Pada jenis usaha kendaraan, Teknisi tampil sebagai Mekanik — di layar pengaturan komisi, di daftar pekerjaan, sampai di slip yang Anda serahkan saat gajian. Mesin hitungnya sama persis; yang berganti istilah dan katalog jasanya, sehingga bengkel tidak perlu memakai kosakata konter HP supaya aplikasinya mau jalan.
Satu kendaraan dikerjakan beberapa jasa sekaligus. Komisinya bagaimana?
Dihitung per jasa, bukan per kunjungan. Satu mobil yang masuk untuk servis berkala, ganti oli dan filter, lalu servis rem menghasilkan tiga baris komisi dengan aturannya masing-masing — boleh persen untuk yang satu dan nominal tetap untuk yang lain. Sparepart yang terpakai dihitung terpisah lagi, memakai basis profit atau omzet sesuai kebijakan bengkel Anda.
Bagaimana kalau teknisi tidak percaya hitungan komisinya?
Karena komisi dihitung dari pekerjaan yang tercatat teknisi itu sendiri, hasilnya bisa ditelusuri baris demi baris, bukan angka yang muncul entah dari mana. Saat teknisi bertanya "kok segini?", Anda tidak berdebat; Anda menunjukkan datanya. Transparansi inilah yang justru membuat teknisi lebih percaya, bukan kurang.

Sudah punya masalah yang jelas?

Lihat demo alur yang paling relevan: servis, retur, stok, WhatsApp, atau laporan.