Tab Rincian: Enam Ukuran, Semua Sudut Pandang
Sebelum tab ini ada, toko Anda sebenarnya sudah punya beberapa tabel rincian — dan justru itu masalahnya.
Tabel per kasir punya diskon dan laba, tapi tidak punya qty dan modal. Tabel per pelanggan hanya punya jumlah nota dan omzet. Tabel per barang punya modal dan marjin, tapi tidak punya diskon. Akibatnya pertanyaan yang paling wajar dari seorang pemilik toko — “untung dari kasir mana, dan untung dari pelanggan mana?” — tidak bisa dijawab, bukan karena datanya tidak ada, melainkan karena kedua tabel itu tidak pernah mengukur hal yang sama.
Tab Rincian menghapus perbedaan itu. Enam ukuran, selalu enam yang sama: Qty, Omzet, Diskon, Modal, Laba, Marjin. Apa pun sudut pandang yang Anda pilih, kolomnya tetap itu. Jadi “per kasir” dan “per pelanggan” akhirnya bisa diletakkan bersebelahan.
Yang perlu Anda terima sebagai bagian dari alat ini: kadang ada kolom berisi tanda strip. Itu bukan bug dan bukan data hilang. Artinya ukuran tersebut tidak bisa dinyatakan dengan tepat untuk sudut pandang itu — dan halaman ini memilih mengaku daripada mengisinya dengan angka yang kelihatan wajar.
Satu hal terakhir yang membuat tab ini bisa dipercaya: halaman Pelanggan, Barang, Pemasok, dan Karyawan tidak menghitung apa pun sendiri. Mereka meminjam perhitungan halaman transaksinya. Jadi kalau Anda curiga pada sebuah angka, cara membuktikannya selalu tersedia: buka halaman sumbernya, pilih sudut pandang yang sepadan, dan angkanya harus sama sampai ke rupiah terakhir.
Yang perlu disiapkan
- Sudah paham peta modul Analitik — tab ini ada di tujuh halamannya sekaligus.
- Modal barang terisi benar. Kolom Modal, Laba, dan Marjin ikut salah kalau harga beli tidak pernah dicatat.
Langkah-langkah
-
Buka halaman analitik mana pun, lalu pilih tab Rincian
Tab ini ada di tujuh halaman: Servis, Penjualan, Pembelian, Barang, Pelanggan, Pemasok, dan Karyawan. Letaknya selalu di urutan terakhir, sesudah Tren, Periode, dan Peringkat.
Tab keempat di halaman transaksi mana pun. -
Pilih sudut pandangnya, bukan angkanya
Di halaman Penjualan pilihannya per barang, per barang dengan varian digabung, per jasa, per kasir, per pelanggan, dan per metode bayar. Di halaman Servis: per teknisi, per jenis item, per merk, per jenis kendala, per pelanggan, dan per sparepart terpakai.
Yang dipilih bukan angkanya, tapi sudut pandangnya. -
Baca keenam kolomnya sebagai satu kalimat
Qty berapa banyak, Omzet berapa uang masuk, Diskon berapa yang dilepas, Modal berapa harga belinya, Laba selisihnya, dan Marjin berapa persen laba itu terhadap omzet. Marjin tipis pada omzet besar biasanya lebih penting daripada sebaliknya.
Enam kolom yang sama, apa pun sudut pandangnya. -
Perhatikan keterangan dasar hitung di bawah tabel
Sudut pandang per barang dan per jasa dihitung dari baris nota, jadi diskon tingkat nota dan ongkos kirim tidak ikut. Sudut pandang per kasir, per pelanggan, per pemasok, dan per metode bayar dihitung dari kepala nota, jadi keduanya ikut.
-
Jangan curigai tanda strip — bacalah keterangannya
Kolom yang berisi tanda strip berarti ukuran itu memang tidak bisa dinyatakan dengan tepat untuk sudut pandang tersebut. Itu pilihan sadar: lebih baik kosong berketerangan daripada diisi angka yang kelihatan masuk akal tapi tidak benar.
-
Di halaman bertema orang, yang dipilih adalah sumber angkanya
Halaman Pelanggan menawarkan Dari Penjualan atau Dari Servis. Halaman Karyawan menawarkan Sebagai Teknisi atau Sebagai Kasir. Halaman Barang menawarkan Terjual, Dibeli, atau Terpakai di Servis. Barisnya sudah pasti; yang perlu Anda pilih adalah diukur dari transaksi mana.
Di halaman bertema orang, yang dipilih adalah sumber angkanya. -
Bandingkan angkanya dengan halaman sumbernya, bukan dengan intuisi
Rincian di halaman bertema orang tidak punya rumus sendiri — ia memakai perhitungan yang sama dengan halaman transaksinya. Jadi kalau angka Karyawan sebagai kasir terasa aneh, buka Penjualan lalu Rincian per kasir: angkanya harus sama persis.
-
Jangan mencari total gabungan jual dan servis — memang tidak ada
Dasar hitung keduanya berbeda, jadi menjumlahkannya akan melahirkan angka ketiga yang tidak cocok dengan halaman mana pun. Kalau butuh gambaran gabungan, tempatnya Laporan Laba Rugi, bukan tab ini.
Hasil akhir
Anda bisa menjawab pertanyaan seperti "kasir mana yang paling banyak melepas diskon" atau "merk mana yang marjinnya paling tipis" dengan angka yang dasar hitungnya sama, sehingga jawabannya bisa dibandingkan antar sudut pandang.
Kalau ada kendala
Kolom Modal dan Laba nol padahal barangnya jelas ada harga belinya
Modal dibaca dari pergerakan stok yang mencatat harga beli saat barang itu keluar. Barang yang stok awalnya dimasukkan tanpa harga beli tidak punya angka itu. Perbaiki lewat kartu stok, lalu buka lagi periodenya.
Total per barang tidak sama dengan total per kasir di periode yang sama
Memang tidak harus sama. Per barang dihitung dari baris nota — tanpa diskon tingkat nota dan ongkos kirim; per kasir dihitung dari kepala nota — dengan keduanya. Keterangan di bawah tiap tabel menyebutkannya.
Ada baris tanpa nama, isinya angka besar
Biasanya transaksi tanpa pelanggan terdaftar, tanpa merk, atau tanpa jenis kendala yang diisi. Bukan data rusak, melainkan cermin isian yang dilewati saat input. Itu sendiri temuan yang berguna.
Angka jasa terasa terlalu besar dibanding barang
Periksa dulu apakah tokonya memang menjual jasa lewat nota penjualan. Baris jasa memakai perhitungan diskon per unit, berbeda dari barang yang diskonnya per baris — dan itu memang perbedaan yang benar, bukan kesalahan hitung.
Tutorial terkait
- Tutorial
Modul Analitik: Delapan Halaman, Satu Kebiasaan
Peta modulnya dulu, sebelum masuk ke tab yang paling dalam ini.
- Tutorial
Jual Jasa dan Ubah Harga Manual
Sumber baris jasa yang muncul di sudut pandang Per Jasa.
- Tutorial
Metode Bayar di Daftar Transaksi
Sudut pandang Per Metode Bayar berpasangan dengan filter di daftar transaksi.