Cara Mencatat Pengeluaran dan Beban Toko

Tingkat Dasar Peran Owner/Admin, Kasir Modul Expense, Reports Estimasi 10 menit
Diperbarui

Sewa, listrik, kopi untuk pelanggan, ongkos kirim, servis kompresor. Uang keluar sepanjang hari lewat pintu yang tidak ada di catatan mana pun.

Selama beban tidak tercatat, laba rugi hanya bercerita separuh — pendapatan besar, biaya samar, lalu Anda heran ke mana perginya uang.

Ilustrasi: Cara Mencatat Pengeluaran dan Beban Toko

Aturan praktisnya satu: setiap uang keluar dari kantong toko harus ada catatannya — sekecil apa pun. Beban Rp10.000 yang tidak dicatat tiga kali sehari adalah hampir satu juta rupiah “hilang” per bulan yang tidak pernah bisa dijelaskan.

Yang perlu disiapkan

  • Channel pembayaran (kantong uang) sudah diatur.

Langkah-langkah

  1. Buka Transaksi → Pengeluaran

    Semua uang keluar di luar pembelian stok dicatat di sini: listrik, sewa, internet, konsumsi, transport, dan sejenisnya.

    Menu Pengeluaran/Beban terbuka dengan daftar pengeluaran sebelumnya
    Semua uang keluar di luar pembelian stok dicatat di sini.
  2. Pilih atau buat kategori beban

    Kategori membuat laba rugi bisa dibaca per jenis biaya. Cukup beberapa kategori besar dulu — jangan terlalu detail sampai malas mencatat.

    Pemilihan kategori beban: listrik, sewa, internet, konsumsi, transport
    Kategori besar dulu — yang penting konsisten dicatat.
  3. Isi tanggal sesuai kejadian, bukan tanggal input

    Kalau bayar listriknya kemarin tapi baru dicatat hari ini, isi tanggal kemarin. Laporan periode mengikuti tanggal kejadian ini.

    Isian tanggal beban sesuai tanggal kejadian, bukan tanggal input
    Laporan periode mengikuti tanggal kejadian yang Anda pilih.
  4. Isi jumlah dan keterangan singkat

    Keterangan singkat ("listrik toko Juni") membuat angka mudah dikenali saat dibaca ulang di laporan.

    Isian jumlah pengeluaran dan keterangan singkat
    Keterangan singkat memudahkan membaca ulang angka di laporan.
  5. Pilih Kantong Pengirim dan Metode Bayar

    Kantong Pengirim adalah tempat uangnya keluar — kas laci, rekening, atau e-wallet — dan saldo kantong itulah yang berkurang. Jangan bayar beban toko dari uang pribadi tanpa dicatat; kalau terpaksa, catat tetap di sini supaya laba rugi tidak berbohong.

    Pemilihan kantong pembayar: kas laci, rekening, atau e-wallet
    Saldo kantong yang dipilih itulah yang berkurang.
  6. Sebutkan penerimanya, lalu lampirkan Bukti Transaksi

    Ada kolom Jenis Penerima Pembayaran dengan dua pilihan: Vendor untuk pihak yang sudah terdaftar, atau Custom untuk pengeluaran sekali jalan seperti kopi dan parkir. Sekalian lampirkan Bukti Transaksi — foto struknya. Tiga bulan lagi, satu foto jauh lebih menenangkan daripada satu baris angka tanpa penjelasan.

    Pengeluaran terbaca di laporan arus kas dan laba rugi
    Beban langsung terbaca di arus kas dan laba rugi.
  7. Tekan Proses, lalu cek laporan

    Tombolnya bernama Proses. Ada juga Status Pending untuk pengeluaran yang sudah disetujui tapi belum dibayar. Sesudah diproses, angkanya langsung terbaca di arus kas dan laba rugi, dan saldo kantong berkurang sesuai catatan.

Hasil akhir

Setiap uang keluar toko tercatat dengan kategori, tanggal kejadian, dan kantong yang benar — laba rugi menunjukkan untung yang sudah dikurangi biaya nyata.

Kalau ada kendala

Beban tidak muncul di laba rugi periode ini

Cek tanggal beban yang diisi — laporan mengikuti tanggal kejadian yang Anda pilih, bukan kapan datanya diinput.

Salah pilih kantong pembayar

Koreksi lewat alur ralat yang berjejak — jangan hapus-buat-ulang, supaya jejak keuangannya tetap bisa ditelusuri.

Bingung ini beban atau pembelian stok

Barang yang akan dijual/dipakai servis = pembelian (masuk stok). Biaya operasional yang habis dipakai = beban. Kalau ragu, tanyakan: barang ini menambah stok atau tidak?