Cara Melunasi Utang Supplier dan Menagih Piutang

Tingkat Menengah Peran Owner/Admin, Kasir Modul Purchase, POS, Repair Management, Reports, Reminder System (opsional) Estimasi 15 menit
Diperbarui

Dua daftar yang paling sering dilupakan justru dua daftar yang paling menentukan: siapa yang belum Anda bayar, dan siapa yang belum membayar Anda.

Keduanya punya tanggal jatuh tempo, dan keduanya tidak pernah muncul di rekap penjualan mana pun.

Ilustrasi: Cara Melunasi Utang Supplier dan Menagih Piutang

Dua-duanya punya musuh yang sama — lupa. Automan menggantikan ingatan dengan daftar jatuh tempo, pembayaran yang menempel pada nota, dan status lunas yang dihitung sistem. Tugas manusia tinggal dua: membaca daftar setiap pagi, dan mencatat setiap pembayaran pada nota yang benar.

Yang perlu disiapkan

  • Ada transaksi tempo yang tercatat (pembelian tempo atau penjualan/servis belum lunas).

Langkah-langkah

  1. Buka Laporan Keuangan → Piutang Utang

    Dua daftar yang wajib dikenal: utang (toko belum bayar ke pemasok) dan piutang (pelanggan belum bayar ke toko) — keduanya lengkap dengan jatuh tempo di satu menu ini.

    Daftar utang supplier dan piutang pelanggan lengkap dengan jatuh tempo
    Dua daftar wajib: siapa belum kita bayar, siapa belum bayar kita.
  2. Prioritaskan yang mendekati jatuh tempo

    Urutkan dari jatuh tempo terdekat. Utang yang dibayar tepat waktu menjaga hubungan supplier; piutang yang ditagih cepat menjaga kas.

    Daftar tagihan diurutkan dari jatuh tempo terdekat
    Prioritas dari jatuh tempo terdekat.
  3. Buka transaksi asal dan tambah pembayaran

    Pembayaran dicatat pada transaksinya — bukan sebagai catatan lepas — supaya jelas nota mana yang berkurang sisanya.

    Transaksi asal terbuka dengan tombol tambah pembayaran
    Pembayaran menempel ke notanya — bukan catatan lepas.
  4. Catat pembayaran penuh atau cicilan

    Bayar sebagian? Tidak masalah — setiap cicilan tercatat dengan tanggal dan kantongnya, dan sisa tagihan terlihat jelas.

    Form pembayaran cicilan dengan tanggal, jumlah, dan kantong
    Cicilan tercatat satu per satu; sisa tagihan selalu terlihat.
  5. Biarkan status dihitung sistem

    Status Lunas/Cicil/Belum Bayar berubah otomatis dari total pembayaran — tidak ada yang perlu diubah manual.

    Status transaksi berubah otomatis: Lunas, Cicil, atau Belum Bayar
    Status dihitung sistem dari total pembayaran.
  6. Aktifkan reminder piutang bila WhatsApp terhubung

    Reminder jatuh tempo bisa dikirim otomatis ke pelanggan — sopan, konsisten, dan tidak bergantung ingatan kasir.

    Pengaturan reminder piutang jatuh tempo via WhatsApp
    Reminder otomatis: sopan, konsisten, tidak mengandalkan ingatan.
  7. Cek saldo kantong setelah pembayaran

    Setiap pembayaran menggerakkan saldo kantong. Cocokkan sebentar: uang yang tercatat keluar/masuk sesuai kantongnya.

    Saldo kantong bergerak sesuai pembayaran yang dicatat
    Cocokkan sebentar: kas bergerak sesuai catatan.

Hasil akhir

Utang dan piutang terkontrol: jatuh tempo terbaca, setiap pembayaran/cicilan berjejak pada nota asalnya, status lunas dihitung otomatis, dan kas bergerak sesuai catatan.

Kalau ada kendala

Status belum berubah jadi Lunas padahal sudah bayar

Cek apakah pembayaran tercatat pada transaksi yang benar dan jumlahnya menutup seluruh sisa — sisa sekecil apa pun membuat status tetap Cicil.

Pelanggan mengaku sudah bayar tapi tidak ada catatannya

Cari di riwayat pembayaran nota tersebut. Kalau memang belum tercatat, catat sekarang dengan tanggal kejadian sebenarnya — jangan tanggal hari ini.

Takut reminder terkirim ke pelanggan yang sudah lunas

Sistem mengecek ulang status tagihan tepat sebelum reminder dikirim — tagihan yang sudah lunas dibatalkan otomatis dari antrean pengiriman.