Input Data Master Produk: Kategori, Merk, dan Satuan

Tingkat Dasar Peran Owner/Admin, Purchasing Modul Inventory Estimasi 15 menit
Diperbarui

Sebelum toko bisa mencatat pembelian dan penjualan, produk butuh “alamat”: kategori apa, merk apa, dihitung per apa. Tutorial 15 menit ini menyiapkan alamat itu — sekali beres, semua transaksi tinggal pilih.

Ilustrasi: Input Data Master Produk

Prinsipnya sama dengan master servisan: secukupnya dulu, rapikan sambil jalan. Automan tidak menuntut master sempurna sebelum mulai — quick-add selalu tersedia dari dalam form transaksi untuk barang yang belum sempat didaftarkan.

Yang perlu disiapkan

  • Setup 30 menit hari pertama sudah selesai.

Langkah-langkah

  1. Buka Pengaturan → Persediaan

    Kategori Produk, Sub Kategori Produk, Merek Produk, dan Satuan Kuantitas semuanya dikelola dari Pengaturan → Persediaan. Keempatnya adalah "rak" tempat produk Anda nanti menempel — diisi sekali, dipakai di semua transaksi.

    Menu master produk pada bagian Persediaan terbuka
    Kategori, merk, satuan = rak tempat produk menempel.
  2. Buat Kategori Produk dan Sub Kategori Produk

    Contoh yang sehat di konter: Sparepart → LCD, Baterai, Konektor; Aksesoris → Casing, Charger, Anti Gores. Di bengkel: Sparepart → Kampas Rem, Filter, Busi; Cairan → Oli Mesin, Minyak Rem. Mulai dari 5–10 kategori besar saja. Kategori terlalu rinci di awal justru membuat input lambat dan laporan sulit dibaca.

    Pembuatan kategori dan sub kategori produk seperti Sparepart dan Aksesoris
    Mulai 5–10 kategori besar — jangan terlalu rinci di awal.
  3. Buat Merek Produk

    Merek membuat pencarian cepat dan laporan bisa dibaca per merek — "LCD merek mana yang paling laku?" di konter, "oli merek mana yang paling cepat habis?" di bengkel. Isi merek yang benar-benar Anda jual dulu.

    Daftar merk produk yang dijual toko
    Merk membuat pencarian cepat dan laporan bermakna.
  4. Buat Satuan Kuantitas

    Pcs, box, meter, set — sesuai cara Anda membeli dan menjual. Konsisten itu kuncinya: satu barang satu satuan dasar, jangan kadang pcs kadang box untuk produk yang sama.

    Daftar satuan produk: pcs, box, meter, set
    Satu barang satu satuan dasar — konsisten.
  5. Buat beberapa produk pertama

    Buat produk yang paling sering dipakai: nama yang jelas (mis. "LCD A52 ORI" atau "Kampas Rem Avanza Depan"), SKU/kode unik, lalu tempelkan kategori, merk, dan satuannya. Harga modal tidak perlu dipusingkan sekarang — dia akan terisi otomatis dari transaksi pembelian.

    Form produk baru dengan nama, SKU, kategori, merk, dan satuan
    Harga modal terisi otomatis nanti dari pembelian.
  6. Cek hasilnya di form transaksi

    Buka form pembelian atau kasir: pencarian produk kini menemukan barang Anda lengkap dengan satuannya. Produk yang belum sempat dibuat bisa ditambahkan lewat quick-add langsung dari form — master ini fondasinya, bukan penjara.

    Pencarian produk pada form pembelian menampilkan produk yang baru dibuat
    Dropdown transaksi kini terisi — siap belanja dan berjualan.

Hasil akhir

Kategori, merk, dan satuan tertata; produk pertama siap dipakai — transaksi pembelian dan penjualan bisa dimulai tanpa dropdown kosong, dan laporan per kategori/merk langsung bermakna.

Kalau ada kendala

Kategori terlanjur terlalu banyak dan berantakan

Gabungkan ke kategori besar dan biarkan detail di nama produk. Lebih mudah memecah kategori nanti saat datanya benar-benar banyak, daripada merapikan puluhan kategori kosong.

Produk yang sama tercatat dobel

Satu produk satu SKU. Sebelum membuat produk baru, cari dulu dengan kata kunci terpendeknya — quick-add juga menampilkan hasil pencarian supaya tidak dobel.

Data produk sudah ratusan baris di Excel

Jangan ketik ulang — pakai tutorial import produk dan stok dari Excel. Master kategori/merk/satuan tetap disiapkan dulu supaya hasil import langsung rapi.